
Apakah Kota Inaba di Persona 4 Ada di Dunia Nyata? Ini Lokasi Aslinya
Buat pemain Persona 4, Kota Inaba mungkin menjadi salah satu tempat fiksi yang paling berkesan. Kota kecil dengan suasana pedesaan Jepang ini menjadi latar utama perjalanan Yu Narukami bersama Investigation Team dalam mengungkap misteri Midnight Channel.
Namun, pernah terpikir tidak kalau suasana Inaba ternyata terinspirasi dari tempat sungguhan di Jepang?
Jawabannya, Inaba memang tidak ada sebagai kota nyata. Namun, beberapa lokasi di dalamnya terinspirasi dari tempat sungguhan, terutama di Prefektur Yamanashi, Jepang. Salah satu lokasi yang paling dikenal adalah Kota Fuefuki dan Stasiun Isawa-Onsen.
Menariknya, Atlus tidak sekadar menyalin satu kota secara utuh. Mereka menggabungkan berbagai inspirasi untuk menciptakan Inaba yang terasa seperti kota pedesaan Jepang sungguhan.
Perbandingan Lokasi Inaba dengan Dunia Nyata
Berikut beberapa lokasi di Persona 4 yang memiliki kemiripan atau kaitan dengan tempat sungguhan.
| Lokasi di Persona 4 | Referensi Dunia Nyata | Lokasi |
|---|---|---|
| Kota Inaba | Fuefuki dan kawasan sekitar Gunung Fuji | Yamanashi |
| Stasiun Yasoinaba | Stasiun Isawa-Onsen | Fuefuki |
| Sungai Samegawa | Sungai Fuefuki | Yamanashi |
| Central Shopping District | Kawasan pertokoan di kota-kota kecil Jepang | Berbagai lokasi |
| Junes Department Store | Terinspirasi fenomena pusat perbelanjaan besar | Jepang |
Perlu dicatat, tidak semua lokasi tersebut merupakan hasil penyalinan langsung. Beberapa hanya memiliki kemiripan suasana atau menjadi interpretasi dari kondisi perkotaan Jepang.
1. Kota Inaba Terinspirasi dari Kawasan Fuefuki

Inaba memang merupakan kota fiksi, tetapi suasananya punya referensi dari kehidupan pedesaan Jepang.
Salah satu inspirasi geografis yang sering dikaitkan dengan game ini adalah Fuefuki, sebuah kota di Prefektur Yamanashi yang berada di kawasan sekitar Gunung Fuji.
Dalam sebuah wawancara, desainer Shigenori Soejima pernah menjelaskan bahwa Inaba dimodelkan berdasarkan sebuah kota di pinggiran Gunung Fuji. Tim pengembang tidak menyalin seluruh tempat secara detail, melainkan mengambil karakteristik lingkungan yang dianggap cocok.
Hasilnya bisa dilihat dari suasana Inaba yang memiliki pegunungan, sungai, permukiman, sekolah, dan pusat pertokoan sederhana.
Inilah yang membuat Inaba terasa berbeda dari Tokyo dalam Persona 5 atau Tatsumi Port Island di Persona 3.
2. Stasiun Yasoinaba Punya Model di Dunia Nyata

Stasiun Yasoinaba menjadi salah satu lokasi yang paling mudah dikenali oleh penggemar Persona 4.
Tempat ini merupakan stasiun pertama yang dikunjungi Yu Narukami ketika tiba di Inaba untuk tinggal bersama pamannya, Ryotaro Dojima.
Dalam dunia nyata, stasiun tersebut diyakini mengambil inspirasi dari Stasiun Isawa-Onsen yang berada di Kota Fuefuki, Yamanashi.
Menariknya, bangunan stasiun lama yang menjadi referensi visual game sudah mengalami perubahan. Stasiun Isawa-Onsen kini memiliki tampilan lebih modern dibandingkan bangunan klasik yang mungkin masih diingat penggemar Persona 4 versi PS2.
Jadi, kalau suatu saat ingin melakukan wisata virtual ke lokasi ini, jangan heran jika tampilannya tidak sepenuhnya sama dengan yang ada di game.
Baca juga: Perbedaan Cerita Persona 4 PS2 vs Persona 4 Golden PC: Apa yang Benar-Benar Berubah?
3. Sungai Samegawa Juga Terinspirasi dari Sungai Asli

Salah satu tempat yang sering dikunjungi Yu dan teman-temannya adalah Samegawa Flood Plain.
Area pinggir sungai ini menjadi lokasi berbagai aktivitas santai, mulai dari memancing hingga menghabiskan waktu bersama teman.
Sungai Samegawa sendiri diyakini terinspirasi dari Sungai Fuefuki di Prefektur Yamanashi. Keduanya memiliki suasana khas sungai pedesaan yang cocok dengan kehidupan masyarakat Inaba.
Menariknya, nama Samegawa juga punya hubungan dengan mitologi Jepang.
Dalam bahasa Jepang, same berarti hiu. Nama ini berkaitan dengan legenda Hare of Inaba, sebuah cerita dalam kitab kuno Kojiki tentang seekor kelinci yang menipu sekumpulan makhluk laut untuk menyeberang.
Legenda tersebut menjadi salah satu inspirasi penamaan berbagai elemen dalam Persona 4.
4. Junes Menggambarkan Fenomena Sosial di Jepang

Masih ingat Junes Department Store?
Pusat perbelanjaan ini menjadi salah satu tempat penting dalam kehidupan Investigation Team. Selain berbelanja, Junes juga sering menjadi lokasi berkumpulnya Yu dan teman-temannya.
Namun, kehadiran Junes sebenarnya bisa dibaca sebagai gambaran fenomena sosial di kota-kota kecil Jepang.
Pusat perbelanjaan modern yang besar dapat menarik konsumen dari toko-toko lokal. Akibatnya, pedagang kecil di kawasan pertokoan tradisional semakin sulit bersaing.
Hal ini tercermin dalam keluhan para pedagang Central Shopping District yang merasa bisnis mereka semakin sepi sejak Junes hadir.
Atlus berhasil memasukkan kritik sosial tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari Inaba tanpa membuat ceritanya terasa seperti pelajaran ekonomi.
5. Nama Inaba Ternyata Punya Hubungan dengan Mitologi Jepang
Selain lokasi, nama Inaba juga punya akar budaya yang menarik.
Nama tersebut berkaitan dengan legenda Hare of Inaba atau Kelinci Putih Inaba yang tercatat dalam Kojiki, salah satu kitab tertua dalam sejarah Jepang.
Dalam kisah tersebut, seekor kelinci menipu makhluk laut bernama wanizame agar berbaris dan membentuk jembatan untuk menyeberang.
Sayangnya, kelinci tersebut justru mendapat masalah setelah mengungkap tipuannya. Ia kemudian ditolong oleh dewa bernama Okuninushi.
Referensi mitologi ini juga muncul dalam beberapa nama di Persona 4, termasuk Samegawa dan Yasogami High School.
Jadi, nama-nama tempat di Inaba ternyata bukan sekadar dibuat agar terdengar khas Jepang. Ada unsur budaya dan cerita rakyat yang ikut membangun identitas dunia game ini.
Jadi, Apakah Inaba Bisa Dikunjungi di Dunia Nyata?
Jawabannya, bisa mengunjungi beberapa tempat yang menjadi inspirasi Inaba, tetapi tentu saja tidak ada kota bernama Inaba yang bisa ditemukan di peta Jepang.
Kota Fuefuki dan Stasiun Isawa-Onsen bisa menjadi titik awal bagi penggemar yang ingin melakukan Seichijunrei atau wisata mengunjungi lokasi yang terinspirasi dari anime dan game.
Namun, perlu diingat bahwa Inaba merupakan gabungan berbagai inspirasi, bukan replika satu kota secara utuh.
Justru hal inilah yang membuat Persona 4 menarik. Atlus berhasil menciptakan kota fiksi dengan suasana yang begitu hidup, lengkap dengan budaya, masalah sosial, dan kehidupan masyarakatnya.
Tidak heran kalau setelah menamatkan game ini, banyak pemain merasa ingin kembali mengunjungi Inaba, meskipun hanya lewat layar permainan.


